Rabu, 26 September 2018

Tokyo Sky Hop Bus

Buat yang mau ajak orang tua jalan-jalan ke Tokyo, ini ada opsi yang lebih nyaman buat mereka (soalnya nggak perlu naik-turun tangga) Tokyo Sky Hop Bus 


Kita bisa naik-turun bus ini di halte Sky Hop, dan tiket berlaku 24 jam. Contoh: misalnya kita mulai naik hari ini jam 2 siang, besoknya kita masih bisa naik lagi sampai jam 2 siang.

Bus ini punya 3 rute, dan hanya dengan 1 tiket kita bisa menjelajah semua rutenya. Nilai plus lainnya, kita bisa mendengar keterangan tempat2 yang dilalui dalam bahasa Inggris. Asyik kan!

Rute Sky Hop Bus:

1. Asakusa - Tokyo Skytree Line: Tokyo Skytree - Asakusa - Ueno - Akihabara - Nihonbashi - Marunouchi


2. Odaiba Line: Tokyo Tower - Odaiba - Ariake - Toyosu - Tsukiji & Ginza - Marunouchi


3. Roppongi - Tokyo Tower Line: Roppongi - Tokyo Tower - Marunouchi


Jam operasional bus: 9:30am - 7:30pm (tergantung rute)

Peta Rute Tokyo Sky Hop
BIRU: Asakusa-Tokyo Skytree
HIJAU: Odaiba
UNGU: Roppongi-Odaiba

Sabtu, 22 September 2018

Tutorial Pemesanan Tiket Kursi Kereta Limited Express/Shinkansen

Halo semuanya, kebetulan nemu website yang ternyata bisa dipakai untuk reserve seat di sebagian besar kereta limited express atau shinkansen di Jepang. Pengen tahu caranya? Yuk baca terus... 😄

Ini bentuknya tutorial dengan gambar, supaya gampang dimengerti. Jadi harap maklum kalo loadingnya agak lama ya.




Senin, 11 Desember 2017

Kawagoe dan Chichibu Yomatsuri

Bakal rada panjang nih postingannya.... Yang sabar ya bacanya 😄

Kebetulan banget kemaren pas pergi ke Jepang waktunya berbarengan dengan Chichibu Yomatsuri alias Chichibu Night Festival. Ini salah satu dari 3 festival terbesar di Jepang yang mengadakan arak-arakan floats. (lengkapnya di sini)

Begitu tahu info ini, langsung pengen datang ke sana, mengingat salah satu bucketlist saya adalah menghadiri matsuri alias festival di Jepang. Tapi begitu lihat biayanya... sempet galau juga. Biaya sekali jalan ke Chichibu 1650 yen pake kereta biasa, berarti PP 3300 yen. Kalo pake yang express musti nambah lagi 700 yen sekali jalan. Padahal karena festivalnya malam, rencana siang harinya mau mampir dulu ke Kawagoe, yang masih satu daerah dengan Chichibu, yaitu di perfektur Saitama.

Review Tokyo Owl Hotel

Holaaa, mau berbagi pengalaman menginap di Hotel Owl Tokyo. Lokasinya dekat Stasiun Nippori (kurleb 4-5 menit jalan kaki santai). Di stasiunnya pun enak, ada eskalator dan lift... asal jangan salah pilih exit. Yang ada eskalator dan lift itu East Exit. Ancer2nya cari arah buat transit ke Nippori-Toneri Liner, karena di dekat situ lokasinya. Jalanan ke hotel pun datar terus, nggak pake naik-turun. Nggak merepotkan pas lagi bawa2 koper.
Nilai plus hotel:
1. Lokasi cukup dekat dengan stasiun Nippori.
2. Resepsionis 24 jam dan fasih berbahasa Inggris.
3. Bisa titip koper sebelum cek in/setelah cek out. Bahkan kalau mau pesan barang bisa dikirim ke hotel. Mereka mau menyimpankan.
4. Ada lift! (penting ini buat yang bawa koper besar kayak saya kemaren)
5. Disediakan mesin cuci dan pengering berbayar (mesin cuci 300 yen sekali pakai, mesin pengering 100 yen untuk 30 menit). Lokasi di lantai 4.
6. Di ruang bersama disediakan 2 komputer yang bisa kita pakai dengan gratis (untuk print biayanya 10 yen per lembar) plus minuman panas/dingin gratis (ada jus apel, air putih, kopi, teh, dan teh hijau).
Nilai minusnya:
1. Tidak ada dapur untuk masak. Hanya disediakan microwave.
2. Ruang makan jadi satu dengan lobby di lantai dasar.
3. Seprai tidak diganti selama menginap di sana (kemarin saya menginap 8 hari di situ). Mungkin kalau minta bisa.
4. Setiap kali keluar dari hotel pagi2, kita harus menyerahkan kartu check in ke resepsionis. Nanti begitu pulang kita minta lagi kartunya. Di kartu itu ada kombinasi kunci pintu kamar, makanya tidak boleh dibawa pergi.
5. Semua kamar tipenya dormitory, tidak ada private room.
Tapi yang paling berkesan buat saya selama menginap di sana adalah ketika salah satu resepsionis (bapak-bapak) yang membantu membuatkan reservasi kereta express supaya saya bisa melihat Chichibu Yomatsuri sampai selesai. (Soal ini nanti saya post terpisah).
Buat yang mendarat/pulang dari Bandara Narita, lokasinya strategis karena ada kereta langsung ke bandara. Keretanya ada 2 macam: Keisei Main Line (1030 yen sekali jalan, waktu tempuh sekitar 75 menit, bisa bayar pake Pasmo/Suica/dkk) dan Keisei Skyliner (2470 yen sekali jalan, waktu tempuh sekitar 40 menit). Semua tidak dicover JR Pass ataupun sodara2nya.

Kamis, 15 Juni 2017

Review Hotel Sakura


PLUS:
1.       Sangat dekat dengan stasiun subway (st. Tanimachi Sanchome). Jalan kaki santai hanya 3 menit, dan ada lift. Kalau naik Willer bus dari Tokyo ke Osaka, saya waktu itu turun di Willer Bus Terminal Umeda, naik kereta Midosuji Line dari stasiun Umeda ke stasiun Namba, lalu pindah naik Sennichimae Line ke st. Tanimachi Sanchome.
2.       Lokasi cukup strategis. Naik kereta ke Dotonbori/Shinsaibashi hanya sekali naik kereta Sennichimae Line, lama perjalanan 10 menit. Dengan kereta yang sama juga bisa sampai Namba (lama perjalanan 14 menit).
3.       Dormitory ada yang campur, tapi waktu itu saya pilih yang khusus cewek. Di ruang tidur ada toilet dan meja rias (lengkap dengan hairdryer). Handuk tidak disediakan.
4.       Resepsionis tidak 24 jam, tapi kalau kita mau check out pagi-pagi sekali, bisa bilang ke mereka supaya nanti ada yang jaga ketika kita mengembalikan kunci kamar.
5.       Ada lift juga di hostel ini ^^ Dan ada petunjuk arah ke tempat-tempat wisata di Osaka.

MINUS:
1.       Sedikit sekali tempat makan dan mini market di dekat hotel. Kebanyakan gedung perkantoran. Kalau mau cari makan lebih baik ke Namba/Dotonbori.
2.       Tidak ada tempat khusus untuk menaruh koper, jadi ruangan agak sempit dan penuh.
3.       Locker dengan kunci yang disediakan kecil sekali ukurannya.

4.       Tidak menyediakan sarapan.

Review Grids Nihombashi East Hotel + Hostel


PLUS:
1. Lokasi sangat dekat dengan stasiun subway (Higashi-Nihombashi dan Bakuroyokoyama). Jalan kaki santai cuma 3 menit. Untuk ke pintu yang ada lift-nya sekitar 6 menit.
2. Dari st. Higashi-Nihombashi kita bisa naik kereta yang langsung ke bandara Haneda dan Narita (hanya di jam-jam tertentu)
3. Resepsionis buka 24 jam dan fasih berbahasa Inggris. Mereka juga sangat ramah dan siap membantu.
4. Walaupun kita pilih di dormitory, kamar dibedakan antara cowok dan cewek (beda lantai). Tidak ada yang campur. Kamar mandi pun beda lantai antara cowok dan cewek.
5. Ada toilet (4 bilik), meja rias (lengkap dengan hair dryer), dan locker dengan kunci kombinasi untuk menyimpan barang berharga. Di dalam locker juga tersedia handuk mandi besar untuk kita gunakan tanpa bayar lagi. Semua ini ada di dalam ruang tidur, jadi nggak perlu repot naik-turun lift hanya untuk ke toilet ^^
6. Koper bisa ditaruh di tempat khusus sehingga tidak mengganggu tamu lain. Ada 2 atau 3 tempat koper di setiap lantai.
7. Ada lift (penting ini buat yang bawa koper berat ^^) dan koper bisa dititipkan di resepsionis, gratis.
8. Ada ruang makan bersama. Tersedia microwave dan alat makan. Kita juga bisa menyimpan makanan kita di kulkas bersama. Jangan lupa kasih nama dan nomor bed supaya tidak tertukar sama punya orang lain. Ada TV juga di sana, jadi bisa makan sambil nonton ^^ Jangan lupa juga membersihkan meja dan membuang sampahnya.
9. Ada vending maching minuman di ruang makan.
10. Ada mesin cuci dan pengering (bayar lagi)


MINUS:
1.       Hanya ada 1 mini market di dekat hostel (Family Mart).
2.       Sekelilingnya kebanyakan kantor/toko. Jadi jika pilihan di Family Mart tidak ada yang sreg, lebih baik makan di luar atau beli bekal untuk sarapan di tempat lain, karena hostel  tidak menyediakan sarapan.
3.       Kita harus mengganti sepatu dengan sandal kamar yang telah disediakan. Dilarang masuk ke kamar tidur memakai sepatu.
4.       Satu kamar berisi sekitar 20 bed, jadi ada kemungkinan agak ramai ketika ada banyak orang yang menginap.

5.       Dilarang packing koper di ruang dorm pada malam hari. Kita bisa menggunakan ruang locker untuk packing, karena ada pintunya, jadi tidak mengganggu orang lain.

Jumat, 20 Januari 2017

Mau ke sana, naik kereta apa ya?

Hal kedua yang paling sering bikin jiper orang yang baru pertama kali ke Jepang adalah masalah transportasi umum, terutama kereta. Boleh dibilang di seantero Jepang, jaringan kereta sudah masuk hingga ke kota kecil, sehingga itu menjadi moda transportasi paling praktis untuk bepergian. Masalahnya, terkadang saking banyaknya jalur kereta yang ada di satu kota malah bikin kita bingung memilih kereta sewaktu memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.

Jika menggunakan pocket wi-fi atau tourist SIM card, tentu Anda tinggal membuka aplikasi di ponsel pintar, memasukkan stasiun awal dan tujuan, lalu langsung keluar rute yang perlu Anda naiki. Tulisan ini hanya sebagai pegangan jika sewaktu-waktu Anda tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut dan harus membaca peta jaringan kereta secara manual.